Protes dari kalangan masyarakat dan tokoh agama terkait buku
ensiklopedia sains dan teknologi akhirnya dipenuhi Dinas Pendidikan
Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Buku yang dituding mengandung unsur
pornografi tersebut ditarik secara resmi dari peredaran.
Penarikan ensiklopedi ini dilakukan menyusul surat edaran dari Kantor Wilayah Dinas Pendidikan provinsi Sulawesi Tenggara. "Ya, betul sekali, buku-buku ensiklopedia itu kami sudah tarik secara resmi," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kolaka Andi Panguriseng, Selasa (18/12/2012).
Menurutnya, sekolah-sekolah yang mendapati buku seperti itu diharuskan memberikan kepada Dinas Pendidikan. Sekolah-sekolah pun telah disurati agar tidak ada temuan berikutnya.
"Memang dalam surat Kanwil itu bukan hanya di Kolaka, seluruh kabupaten/kota agar menarik buku ensiklopedia dari sekolah masing-masing," ungkapnya.
Andi menjelaskan, saat ini Dinas Pendidikan belum bisa merinci berapa banyak buku tersebut yang beredar di Kolaka. Namun, beberapa sekolah dasar sudah menyetorkan buku tersebut.
"Kami juga harapkan, kalau lain kali ada buku seperti itu terbit harus jelas, apakah untuk murid atau referensi para guru," tambahnya.
Buku ensiklopedia ini menuai protes luar biasa di Kolaka pasca penemuan buku tersebut. Kecaman datang mulai dari DPRD, Departemen Agama, hingga MUI Kolaka. Dalam buku tersebut terdapat beberapa gambar perempuan dan laki-laki yang telanjang. Hal ini dinilai tidak masuk akal untuk di pelajari oleh anak-anak SD.[kompas]
Penarikan ensiklopedi ini dilakukan menyusul surat edaran dari Kantor Wilayah Dinas Pendidikan provinsi Sulawesi Tenggara. "Ya, betul sekali, buku-buku ensiklopedia itu kami sudah tarik secara resmi," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Kolaka Andi Panguriseng, Selasa (18/12/2012).
Menurutnya, sekolah-sekolah yang mendapati buku seperti itu diharuskan memberikan kepada Dinas Pendidikan. Sekolah-sekolah pun telah disurati agar tidak ada temuan berikutnya.
"Memang dalam surat Kanwil itu bukan hanya di Kolaka, seluruh kabupaten/kota agar menarik buku ensiklopedia dari sekolah masing-masing," ungkapnya.
Andi menjelaskan, saat ini Dinas Pendidikan belum bisa merinci berapa banyak buku tersebut yang beredar di Kolaka. Namun, beberapa sekolah dasar sudah menyetorkan buku tersebut.
"Kami juga harapkan, kalau lain kali ada buku seperti itu terbit harus jelas, apakah untuk murid atau referensi para guru," tambahnya.
Buku ensiklopedia ini menuai protes luar biasa di Kolaka pasca penemuan buku tersebut. Kecaman datang mulai dari DPRD, Departemen Agama, hingga MUI Kolaka. Dalam buku tersebut terdapat beberapa gambar perempuan dan laki-laki yang telanjang. Hal ini dinilai tidak masuk akal untuk di pelajari oleh anak-anak SD.[kompas]